BAB : Siapa Yang Meninggal Dalam Keadaan Iman Kepada Allah SWT Maka Ia Masuk Surga



9.Dari Utsman RA. dia berkata," Rasullah SAW berkata, Barangsiapa meninggal dan ia percaya bahwasanya tiada Tuhan selain Allah, maka ia akan masuk surga ( Muslim 1/68 -69 )

10. Dari Abu Hurairah RA ( atau dai Abu Sa'id RA, Al A' masy ragu dalam periwayatan hadits ini ), dia berkata, " Ketika perang Tabuk, pasukan Rasulullah SAW, mengalami kekurangan makanan, Mereka mengusulkan kepada Rasulullah SAW, Jikalau anda mengizinkan, kami akan menyembelih unta - unta , Lalukanlah!' Abu Hurairah RA berkata, Kemudian datanglah Umar RA dan dia berkata," Wahai Rasulullah! Jika engkau lakukan penyembilihan unta - unta itu maka persediaan akan semakin menipis, tetapi bagaimana  kalau engkau memerintahkan mereka untuk mengumpulkan sisa perbekalan mereka, lalu berdoalah kepada Allah, agar Dia memberikan keberkahan kepada mereka, mudah - mudahan Allah, memwujudkannya," Rasulullah menjawab ," Ya." Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah  SAW kemudian meminta " Nath'a lalu membentangkannya sisa -sisa perbekalan mereka. Abu Bakar berkata," Kemudian diantara mereka ada yang membawa segenggam gandum, ada yang membawa segenggam kurma serta ada pula yang membawa remukan roti, sehingga di atas tikar kulit itu telah terkumpul sisa perbekalan." Kata Abu Hurairah RA, " Kemudian Rasulullah SAW memohon agar Allah memberikan keberkahan, lalu beliau berseru ," Letakkanlah perbekalan kalian dalam wadah - wadah kalian," abu Bakar berkata, " Mereka pun mengambil dari sisa perbekalan tersebut untuk mereka isikan ke dalam wadah - wadah mereka, sehingga mereka tidak meninggalkan satu wadahpun di detasemen kecuali telah mereka penuhinya," Abu Hurairah RA berkata," Mereka pun makan hingga kenyang, dan teryata makanan masih tersisa, Kemudian Rasulullah SAW bersabda," Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Tidak ada seorangpun mati dengan ( memegang ) dua kesaksian ini tanpa keraguan sedikitpun yang terhalang masuk surga,"  ( Muslim 1/42 ).

11. Dari Ash - Shunabihi, dari Ubadah bin Shamit RA, dia berkata, " Saya mendatangi Ubadah bin Shamit sebelum menjelang kematianya, Lalu saya menangis. Kemudian ia mengatakan," Tenanglah! mengapa kamu menangis ?" ( saya menjawab ) " Demi Allah, sunguh jika saya dapat memberikan kesaksian maka pasti saya akan memberi pertolongan kepadamu jika saya mampu ( berbuat sesuatu ), maka saya akan memberi kemanfaatan," Lalu Ubadah bin Shmit mengatakan," Demi Allah, tidak ada satu hadits yang telah saya dengar dari Rasulullah SAW yang berisi kebaikan bagimu kecuali telah saya sampaikan kepadamu, hanya tinggal satu hadits yang belim saya sampaikan dan akan saya sampaikan kepadamu hari ini, Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, " Barangsiapa bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah mengharamkan dirinya dari api neraka," ( Muslim 1/43 )



12.Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, " kami pernah duduk mengelilingi Rasulullah SAW dan dalam kelompok kami terdapat Abu Bakar dan Umar RA. Lalu Rasulullah SAW berdiri di arah belakang kami, dan beliau mengakhirkan kami ( menyuruh kami di belakang ), sehingga kami kwatir terpisah, kamipun takut, kemudian kami berdiri, dan saya adalah orang pertama yang takut, lalu saya keluar mencari Rasulullah SAW sehingga saya mendekati  pagar milik kaum Anshar dari bani An-Najjar. Kemudian saya berputar mengelilingi pagar itu barangkali saya bisa menemukan pintunya, tetapi saya tidak menemukan. Tiba - tiba ada aliran air yang mengalir masuk ke lubang pagar dari sumur Kharijah, lalu saya melompat dan masuk ke tempat Rasulullah SAW, kemudian beliau bertanya, " Abu Hurairah - kah itu ? " Saya menjawab, " Benar Wahai Rasulullah," beliau bertanya kembali," Ada apa ?, " Saya menjawab, " saya tadi berada di bagian belakang kelompok saya, lalu anda berdiri dan mengakhirkan kami ( menyuruh kami ke belakang ), Kemudian kami Kwatir terpisah dan kamipun takut, dan saya adalah orang yang pertama yang takut. Lalu saya mendekat ke pagar ini dan melompat seperti musang, sementara orang - orang lain ada di belakang saya," Beliau memanggi, " Hai Abu Hurairah"? sambil memberikan sepasang sandalnya kepada saya, seraya bersabda, " Pergilah dengan membawa sepasang sandalku ini, siapa saja yang kamu temui di belakang pagar ini yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dengan meyakini sepenuh hati, maka berikan kabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk surga," Adapun orang pertama yang saya temui adalah Umar. Lantas Umar bertanya, " Sepasang sandal siapa ini, hai Abu Hurairah?" Saya menjawab, "ini ( Haataani ) sandal Rasulullah  SAW beliau menyuruh saya membawa sepasang sandal ini kepada siapa sajayang saya temui dengan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dengan sepenuh hati, maka saya akan memberikan kabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk surga." Aku Hurairah RA berkata " Umar lalu mendorongkan tanganya pada dada saya sehingga saya jatuh terduduk pada bokong saya." Kemudian Umar berkata," Hai Abu Hurairah ! Kembalilah, " maka saya pun kembali kepada Rasulullah SAW dengan di liputi rasa sedih ingin menangis. Tiba - tiba Umar  menyusul di belakang saya dengan tungganganya, kemudian Rasulullah SAW bertanya, " Ada apa hai Abu Hurairah!" Saya menjawab, " Saya tadi bertemu Umar lalu saya sampaikan kepadanya apa yang telah Anda perintahkan kepada saya, lalu Umar mendorong dada saya hingga membuat saya jatuh terduduk, kemudian Umar mengatakan, ": Kembalilah kepada Rasulullah SAW," hai Abu Hurairah !" Lalu Rasulullah SAW bertanya ( kepada Umar ), " Wahai Umar! apa yang membuatmu bertindak demikian itu, Umar menjawab, " Wahai Rasulullah demi aya dan ibu saya, apakah engkau memerintahkan Abu Hurairah dengan membawa sepasang sandalmu untuk menemui siapa saja yang bersaksi bahwa tidak ada  Tuhan selain Allah dengan penuh keyakinan, agar ia memberitahukan kabar gembira bahwa ia ( yang ditemui ) akan masuk surga ?" Rasulullah SAW menjawab, " Ya " Umar berkata, " Sebaiknya jangan engkau lakukan itu, karena saya kwatir kalau orang - orang hanya mengandalkan hal tersebut, Oleh karena itu biarkanlah mereka bebas berbuat" Rasulullah menjawab, " Biarkanlah mereka. " ( Muslim 1/44-45 )  
13.Dari Mu'adz bin Jabar RA, ia berkata, " Saya pernah di bonceng oleh Rasulullah SAW, yang  mana ( jarak ) antara saya dengan beliau hanya sejarak ujung pelana, kemudian beliau memanggil, " Hai Muadz bin Jabal ! " Saya menjawab, Labbaik ya Rasulullah, " Kemudian beliau berjalan sesaat lalu memanggil lagi, ": Hai Muadz bin Jabal!" Saya menjawab, Labbaika ya Rasulullah," Beliau bersabda, " Apakah kamu mengetaui apa kewajiban manusia terhadap Allah ? " Mu'adz bin Jabal berkata, " Saya menjawab, " Allah dan RasulNya lebih mengetaui, " Beliau bersabda, " Sesungguhnya kewajiban manusia terhadap Allah adalah agar mereka senantiasa menyembah-Nya serta tidak menyekutui-Nya dengan suatu apapun, " lalu beliau berjalan sesaat, kemudian beliau memanggil, " Hai Mu'adz bin Jabal!" saya menjawab, " Labbaika ya Rasulullah, " Beliau bersabda, Apakah kamu mengetaui hak manusia yang di penuhi oleh Allah SWT apabila mereka telah melakukan hal itu ?" Saya menjawab, " Allah dan Rasul-Nya lebih mengetaui." Beliau bersabda, " Allah tidak akan menyiksa mereka, " ( Muslim 1/43 )

14.Dari Mahmud bin Ar-Rabi' RA, dari 'Itban bin Malik RA. Ia ( Mahmud ) berkata, " Saya pernah datang ke Madinah lalu saya bertemu 'Itban, maka saya berkata.," Ada hadits yang sampai kepada saya dari kamu"' 'Itban berkata,'" Saya tertimpa sedikit ganguan pada penglihatanku, lalu aku mengutus seseorang kepada Rasulullah SAW untuk menyampaikan bahwa saya menginginkan agar Rasulullah SAW shalat di rumahku, yang telah saya menjadikanya sebagai tempat shalat." 'Itban berkata, " Maka Nabi SAW datang beserta para sahabatnya dan kemudian beliau masuk, lalu shalat di rumahku, sedangkan para sahabat bercakap - cakap sesama mereka, dengan mengambil pembicaraan pokok tentang Malik bin Dukhsum. Lanjut Itban, " Mereka mengharapkan kalau beliau mendoakan agar ia celaka, dan mereka senang kalau ia tertimpa kemalangan ( musibah ), Maka setelah  Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat, seraya bertanya, " Bukankah Malik bin Dukhsyum bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah ?" para sahabat menjawab, " Ya " Dia mengucapkan itu tidak sampai tertanam di dalam hatinya." Beliau bersabda, " Tidaklah ada seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah itu masuk neraka," Anas berkata, " Hadits ini menggugah hati saya, lalu saya perintahkan kepada anak laki -laki saya, " Catatlah hadits itu! Maka iapun mencatatnya, " ( Muslim 1/45 -46 )

 BACK KE BAB TENTANG IMAN